Israel Membunuh Pejabat Keuangan Hamas

Israel Membunuh Pejabat Keuangan Hamas. Militer Israel mengumumkan pembunuhan seorang pejabat keuangan senior Hamas dalam serangan udara di Gaza pada 24 Desember 2025. Pejabat tersebut bernama Abdel Hay Zaqut, yang tewas dalam serangan sama yang menewaskan komandan militer Raed Saad pada 13 Desember lalu. Zaqut disebut bertanggung jawab atas pengumpulan dan transfer puluhan juta dolar untuk mendanai sayap bersenjata Hamas sepanjang tahun lalu. Pengumuman ini muncul di tengah gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak Oktober 2025, meski kedua pihak sering saling tuduh pelanggaran. BERITA BASKET

Peran Zaqut di Hamas: Israel Membunuh Pejabat Keuangan Hamas

Zaqut merupakan bagian dari departemen keuangan sayap bersenjata Hamas, Izz ad-Din al-Qassam Brigades. Menurut pernyataan militer Israel, ia aktif kumpul dana dan transfer uang besar untuk lanjutkan perjuangan melawan Israel. Dana itu mencapai tens of millions dollars, digunakan untuk operasi militer dan rekonstruksi kemampuan Hamas pasca-perang intens sebelum gencatan senjata. Zaqut tewas bersama Raed Saad dalam serangan presisi terhadap kendaraan mereka di Gaza. Ini jadi salah satu eliminasi profil tinggi yang ganggu jaringan finansial Hamas, yang sering jadi target untuk potong aliran dana dari luar.

Konteks Serangan dan Gencatan Senjata: Israel Membunuh Pejabat Keuangan Hamas

Serangan pada 13 Desember ini bagian dari operasi bersama militer dan intelijen Israel. Meski gencatan senjata berlaku, Israel klaim tindakan ini respons atas upaya Hamas bangun kembali kemampuan, termasuk produksi senjata dan pendanaan. Hamas konfirmasi kematian Saad dan pendampingnya, tapi tak sebut nama Zaqut secara spesifik. Situasi ini tambah ketegangan, karena kedua pihak sering tuduh pelanggaran, dengan ratusan korban di Gaza sejak truce dimulai. Pengumuman kematian Zaqut dua minggu kemudian tunjukkan strategi Israel untuk verifikasi target sebelum publikasi.

Dampak pada Konflik Berkelanjutan

Pembunuhan pejabat keuangan seperti Zaqut jadi pukulan bagi logistik Hamas, yang bergantung dana eksternal untuk operasi. Ini lanjutkan pola Israel target leader finansial dan militer untuk lemahkan organisasi dari dalam. Di akhir 2025 ini, insiden seperti ini ingatkan bahwa gencatan senjata masih rapuh, dengan risiko eskalasi kapan saja. Upaya mediasi internasional lanjut, tapi eliminasi target tinggi bisa ganggu kemajuan damai jangka panjang.

Kesimpulan

Israel bunuh pejabat keuangan Hamas, Abdel Hay Zaqut, jadi operasi signifikan yang sorot upaya potong aliran dana kelompok itu. Di tengah gencatan senjata, tindakan ini tunjukkan strategi Israel tetap agresif terhadap ancaman yang dianggap aktif. Dampaknya bisa lemahkan kemampuan finansial Hamas, tapi juga tambah ketegangan di Gaza. Ke depan, situasi ini jadi ujian bagi kestabilan truce dan prospek perdamaian lebih luas di wilayah tersebut.

BACA SELENGKAPNYA DI…