Banjir di Depan Pasar Cipulir Melambat Usai Banjir

Banjir di Depan Pasar Cipulir Melambat Usai Banjir. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Selasa malam memicu genangan luas di kawasan Cipulir, terutama di depan pintu utama Pasar Cipulir dan Jalan Cipulir Raya. Air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB Rabu dan mencapai puncak pada dini hari, membuat pedagang tidak bisa membuka lapak dan pengunjung sulit masuk. Genangan disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat dan kapasitas pompa yang belum optimal saat debit air sangat tinggi. Pada Kamis pagi, petugas gabungan dari dinas terkait dan relawan mulai memompa air menggunakan beberapa unit pompa besar. Hingga siang hari, genangan sudah berkurang signifikan, meski air masih menggenang di bagian terendah dekat pintu masuk pasar dan trotoar sekitar. Penurunan ini memberi harapan bagi pedagang yang sudah dua hari kehilangan pendapatan. BERITA VOLI

Penyebab Genangan dan Proses Penurunan Air: Banjir di Depan Pasar Cipulir Melambat Usai Banjir

Saluran drainase utama di depan Pasar Cipulir ditemukan penuh dengan sampah plastik, lumpur, dan sedimen tebal yang menumpuk selama musim hujan. Sumbatan ini membuat air hujan tidak bisa mengalir lancar ke sistem pembuangan, sehingga meluap ke badan jalan dan area pasar. Curah hujan lebih dari 180 mm dalam 24 jam menjadi pemicu utama, ditambah debit air dari kawasan hulu yang masih tinggi. Pada Kamis pagi, petugas berhasil membuka sumbatan di beberapa titik inlet menggunakan alat berat dan manual, sehingga air mulai dialirkan lebih baik. Pompa air berkapasitas besar dikerahkan di tiga titik strategis, menguras genangan secara bertahap. Hujan yang mulai reda sejak subuh juga membantu proses surut. Meski demikian, air di bagian terdalam masih bertahan karena saluran sekunder di dalam pasar belum sepenuhnya dibersihkan. Petugas memperkirakan genangan bisa surut total pada Jumat pagi jika tidak ada hujan tambahan.

Dampak bagi Pedagang dan Pengunjung Pasar: Banjir di Depan Pasar Cipulir Melambat Usai Banjir

Pedagang di Pasar Cipulir mengalami kerugian besar selama dua hari banjir. Dagangan seperti sayur, ikan segar, daging, dan makanan siap saji rusak terendam air kotor, sementara barang kering seperti pakaian dan perlengkapan rumah tangga tidak bisa dipajang. Banyak pedagang terpaksa libur jualan atau hanya membuka lapak di bagian atas yang masih kering, tapi pengunjung sangat sedikit karena akses sulit. Pendapatan harian yang biasanya ratusan ribu rupiah langsung jatuh hingga nyaris nol. Pengunjung pasar, terutama ibu rumah tangga dan pedagang kecil dari sekitar Cipulir dan Kebayoran Lama, kesulitan mencari bahan pokok murah karena harus memutar atau menunggu air surut. Beberapa pedagang mengaku sudah berutang untuk mengganti stok yang rusak, sementara yang lain terpaksa menjual sisa dagangan dengan harga murah agar tidak semakin merugi. Anak-anak pedagang juga terdampak karena tidak bisa membantu orang tua di tengah genangan.

Upaya Penanganan dan Harapan Pemulihan

Petugas gabungan bekerja sejak Rabu malam untuk memompa air dan membersihkan saluran. Pompa air ditempatkan di titik-titik krusial, sementara tim kebersihan mengangkat sampah dan sedimen dari drainase. Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan pembersihan menyeluruh pada saluran primer dan sekunder di kawasan Cipulir, termasuk pemasangan grill filter sampah untuk mencegah sumbatan berulang. Masyarakat diimbau lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan tidak menutup saluran untuk kepentingan pribadi. Beberapa pedagang mendapat bantuan sembako sementara dari kelurahan dan relawan, meski jumlahnya masih terbatas. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan berkurang mulai Jumat, memberi peluang pasar kembali ramai dalam 1–2 hari ke depan. Pedagang berharap akses normal segera pulih agar mereka bisa mengganti kerugian dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Genangan di depan Pasar Cipulir mulai melambat setelah banjir dua hari akibat hujan deras dan saluran tersumbat. Meski air belum surut sepenuhnya, penurunan signifikan memberi harapan pedagang dan pengunjung bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu dekat. Kerugian dagangan dan pendapatan menjadi beban berat bagi pedagang kaki lima dan pedagang pasar tradisional. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pembersihan saluran rutin dan pengelolaan sampah yang lebih baik agar banjir tidak terus mengganggu mata pencaharian warga. Semoga pompa terus bekerja dan cuaca membaik, sehingga Pasar Cipulir bisa kembali ramai tanpa genangan air yang menghambat.

BACA SELENGKAPNYA DI…