AS Memasok 3 Kapal Selam Nuklir ke Australia

AS Memasok 3 Kapal Selam Nuklir ke Australia. Kesepakatan AUKUS memasuki fase krusial setelah Pentagon AS konfirmasi dukungan penuh untuk pasok setidaknya tiga kapal selam nuklir kelas Virginia ke Australia, pengumuman resmi pada Kamis 4 Desember 2025. Review lima bulan di bawah pemerintahan Trump, yang awalnya ragu soal beban nasional, akhirnya beri lampu hijau—dengan catatan penguatan industri kapal selam AS. Pakta trilateral AS-Inggris-Australia ini, bernilai 368 miliar dolar Australia selama 30 tahun, jadi langkah besar Canberra tingkatkan kemampuan pertahanan Indo-Pasifik, terutama lawan ambisi China. Perdana Menteri Anthony Albanese sebut ini “full steam ahead,” sementara Menteri Pertahanan Richard Marles rencanakan kunjungan ke Washington minggu depan untuk bahas detail. Di tengah kekhawatiran rantai pasok, kesepakatan ini bukti komitmen tiga negara hadapi dinamika regional yang berubah cepat. BERITA BOLA

Sejarah dan Isi Pakta AUKUS: AS Memasok 3 Kapal Selam Nuklir ke Australia

AUKUS diumumkan September 2021 sebagai kemitraan keamanan trilateral, gantikan kesepakatan diesel-electric submarine Australia-Prancis senilai 90 miliar dolar—yang picu krisis diplomatik dengan Paris. Pakta ini punya dua pilar: yang pertama fokus kapal selam nuklir, di mana Australia terima teknologi propulsi nuklir AS untuk tingkatkan jangkauan dan daya tahan. Rencana: Australia beli 3-5 kapal selam Virginia-class bekas mulai awal 2030-an, dengan opsi dua tambahan jika AS tak butuh. Kemudian, transisi ke SSN-AUKUS baru—desain bersama AS-Inggris-Australia, bangun di Adelaide mulai akhir 2030-an. Pilar kedua: kolaborasi teknologi seperti AI, kuantum, dan rudal hipersonik. Trump review kesepakatan Biden ini sejak Januari 2025, khawatir ganggu armada AS—tapi hasilnya konfirmasi selaras “America First,” dengan rekomendasi perkuat galangan kapal.

Konfirmasi Pentagon dan Detail Transfer: AS Memasok 3 Kapal Selam Nuklir ke Australia

Review Pentagon, dipimpin penasihat Elbridge Colby, temukan peluang kuatkan pakta: tingkatkan kapasitas galangan kapal AS dua kali lipat untuk produksi Virginia-class, yang saat ini 1,13 kapal per tahun—target 2,2-2,3 untuk penuhi kebutuhan AS dan Australia. Pernyataan juru bicara Sean Parnell bilang kesepakatan “selaras agenda Trump,” dengan Australia mulai pelajari temuan untuk perbaiki timeline. Transfer kapal selam Virginia mulai 2032: setidaknya tiga unit bekas, lengkap sistem tempur AS dan rudal Tomahawk—jangkau 2.500 km. Australia bangun SSN-AUKUS di Osborne Shipyard, Adelaide, mulai akhir 2020-an, dengan teknologi propulsi Inggris. Biaya: 176 miliar pound sterling, termasuk pelatihan 1.000 pelaut Australia di AS. Albanese puji: “Ini investasi masa depan kami di Indo-Pasifik.”

Dampak Strategis dan Respons China

Kesepakaan ini tingkatkan kemampuan Australia: kapal selam nuklir ganti Collins-class diesel, beri endurance 20 tahun tanpa isi ulang bahan bakar—krusial patroli Laut China Selatan. Ini bagian strategi AS kurangi ketergantungan di Asia, dengan Trump tekan Jepang dan Korea Selatan ambil beban lebih. China langsung kritik: juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning sebut AUKUS “provokasi militer,” ancam proliferasi nuklir. Beijing klaim langgar NPT meski tak bawa senjata nuklir, dan tingkatkan patroli Selat Taiwan sebagai balasan. Analis sebut ini dorong China percepat kapal selam Type 096—tapi AUKUS kuatkan aliansi QUAD, dengan latihan bersama AS-Australia-Inggris mulai 2026. Australia tolak tudingan: “Ini pertahanan, bukan ofensif.”

Kesimpulan

Konfirmasi Pentagon untuk pasok tiga kapal selam nuklir Virginia ke Australia jadi tonggak AUKUS, di mana review Trump beri hijau meski tuntut perkuat industri AS. Dari transfer 2032 hingga SSN-AUKUS Adelaide, ini tingkatkan daya saing Indo-Pasifik—Australia jadi negara kedua punya teknologi nuklir AS setelah Inggris. Kritik China soal proliferasi tak redam komitmen tiga negara, tapi ingatkan risiko eskalasi. Di era Trump, AUKUS bukti aliansi fleksibel: fokus ancam bersama seperti China, tanpa beban berlebih. Canberra siap, tapi tantangan rantai pasok krusial—kesepakatan ini janji stabilitas regional, asal eksekusi tepat waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…