Penyebab Utama Pemicu Kebakaran di Terra Drone
Penyebab Utama Pemicu Kebakaran di Terra Drone. Kebakaran maut di gedung Terra Drone Indonesia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025, kini terungkap penyebab utamanya: ledakan baterai litium-ion yang digunakan untuk drone. Insiden ini tewaskan 22 orang, mayoritas karyawan yang terjebak asap tebal, dan lukai puluhan lainnya. Penyelidikan awal tim Labfor Polri dan petugas pemadam kebakaran (damkar) mengarah pada thermal runaway—reaksi berantai panas tak terkendali di ruang servis drone lantai satu. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, konfirmasi dugaan ini pada Rabu, 10 Desember, saat Direktur Utama perusahaan, Michael Wisnu Wardhana Siagian, ditangkap sebagai tersangka kelalaian. Tragedi ini picu duka nasional dan sorotan regulasi keselamatan baterai di industri tech, di mana drone jadi alat survei populer tapi berisiko tinggi. BERITA VOLI
Dugaan Awal: Ledakan Baterai Litium-Ion: Penyebab Utama Pemicu Kebakaran di Terra Drone
Kebakaran bermula sekitar pukul 12.43 WIB di ruang penyimpanan dan servis drone lantai satu. Petugas damkar menduga api berawal dari korsleting baterai litium-ion, yang cepat membesar jadi ledakan karena thermal runaway. Fenomena ini terjadi saat suhu baterai naik tak terkendali, picu reaksi kimia berantai yang lepas gas mudah terbakar dan panas ekstrem. Susatyo bilang, dari keterangan saksi, api muncul tiba-tiba di area baterai rusak yang lagi diservis. Baterai litium-ion, bahan bakar utama drone, rentan karena elektrolit organiknya mudah menyala saat overheat—faktor seperti pengisian salah atau kerusakan fisik jadi pemicu. Di Terra Drone, sebagai perusahaan servis drone survei, ruangan itu penuh baterai bekas, tingkatkan risiko. Api naik cepat ke lantai enam via ventilasi buruk, asap tebal hirup korban.
Faktor Pendukung yang Perparah Kebakaran: Penyebab Utama Pemicu Kebakaran di Terra Drone
Tak cuma ledakan awal, faktor struktural gedung perparah dampak. Akses tangga darurat sempit bikin evakuasi sulit—banyak karyawan terjebak di ruang meeting lantai tiga hingga lima, gagal capai rooftop. Pintu darurat terkunci dan absen sprinkler memadai jadi sorotan: gedung, milik pemilik berbeda dari Terra Drone, abaikan audit keselamatan sebelumnya. Susatyo jelaskan, “Lokasi servis dan gudang drone bikin api sulit dipadamkan, plus asap CO tebal sebabkan kematian.” Dari 22 korban tewas, 20 karena keracunan karbon monoksida (CO), konfirmasi RS Polri Kramat Jati usai identifikasi jenazah Rabu. Puluhan luka hirup asap dan luka bakar, dirawat di RSCM dan RS Mitra Keluarga. Perusahaan klaim siap dukung korban, tapi polisi dalami kelalaian manajemen dalam pemeliharaan fasilitas.
Penyelidikan Polisi dan Penangkapan Dirut
Tim Labfor Polri langsung olah TKP Selasa malam, sita sisa baterai dan rekaman CCTV untuk rekonstruksi. Penyelidikan libatkan 10 saksi awal, termasuk karyawan dan kontraktor listrik. MW, Dirut Terra Drone, ditangkap Rabu malam di apartemen Setiabudi, Jakarta Selatan, setelah mangkir pemeriksaan. Roby Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, sebut dua alat bukti cukup: audit keselamatan abaikan peringatan dan protokol servis baterai longgar. MW disangkakan Pasal 187 dan 188 KUHP soal kelalaian sebabkan kebakaran, plus Pasal 359 soal kematian—ancam hingga 12 tahun penjara. Penyidik periksa pemilik gedung dan kontraktor, total kerugian Rp 50 miliar. MW kooperatif, tapi perusahaan tutup sementara.
Respons Publik dan Upaya Pencegahan
Tragedi ini picu kemarahan publik: keluarga korban aksi di depan gedung Kamis pagi, tuntut kompensasi dan audit nasional. LSM keselamatan kerja kritik regulasi baterai longgar, Kementerian Ketenagakerjaan janji perketat standar drone. Gubernur DKI Pramono Anung berduka: “Innalillahi, mudah-mudahan tak terulang.” Investor tech drone khawatir, saham terkait turun 5 persen. Pencegahan: pemerintah rencana wajib sertifikasi baterai dan simulasi evakuasi rutin. Komunitas survei drone Jakarta cari alternatif, MW kini hadapi citra rusak.
Kesimpulan
Penyebab utama kebakaran Terra Drone—ledakan baterai litium-ion akibat thermal runaway—jadi pelajaran pahit soal risiko tech modern. Dari faktor struktural hingga kelalaian, insiden ini tewaskan 22 nyawa dan lukai puluhan. Penyelidikan polisi dan penangkapan MW langkah awal keadilan, tapi pencegahan krusial: regulasi ketat dan keselamatan prioritas. Duka keluarga tak tergantikan, semoga tragedi ini dorong industri drone lebih aman. Jakarta bangkit, tapi ingat: nyawa di atas segalanya.
