Gempa M 6.4 Guncang Pacitan Jatim Dini Hari
Gempa M 6.4 Guncang Pacitan Jatim Dini Hari. Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis dini hari 6 Februari 2026 pukul 02.49 WIB. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,12° LS dan 111,07° BT, sekitar 86 km barat daya Pacitan dengan kedalaman 10 km. Guncangan terasa kuat di Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, hingga Yogyakarta dan Wonogiri. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan. Hingga pagi hari, sudah tercatat beberapa gempa susulan dengan magnitudo di atas 4,0. INFO CASINO
Dampak Gempa dan Kerusakan yang Tercatat: Gempa M 6.4 Guncang Pacitan Jatim Dini Hari
Guncangan terkuat dirasakan di Pacitan dengan skala intensitas V–VI MMI (guncangan kuat, benda jatuh, retak tembok). Beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang:
Rumah warga di Kecamatan Pacitan, Kebonagung, dan Punung mengalami retak dinding dan plafon runtuh.
Masjid dan mushola di beberapa desa mengalami kerusakan ringan pada atap dan tembok.
Jalan nasional Pacitan–Trenggalek sempat terhalang longsor kecil di beberapa titik.
Di Trenggalek dan Ponorogo, puluhan rumah retak dan beberapa bangunan pemerintah mengalami kerusakan ringan.
Hingga pagi 6 Februari, BPBD Jawa Timur melaporkan 3 orang luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan ratusan warga mengungsi sementara karena khawatir rumah tidak aman. Belum ada laporan korban jiwa. Listrik sempat padam di beberapa kecamatan Pacitan selama sekitar 1–2 jam, dan air bersih di daerah pegunungan terhambat karena pipa bocor. Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Tagana, dan relawan langsung turun ke lokasi untuk evakuasi, pendataan, dan distribusi logistik darurat.
Respons Pemerintah dan BMKG: Gempa M 6.4 Guncang Pacitan Jatim Dini Hari
BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini gempa dan menyatakan tidak ada potensi tsunami karena pusat gempa berada di kedalaman dangkal tanpa deformasi dasar laut signifikan. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan gempa ini termasuk jenis intraslab (di dalam lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Jawa) dan memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault), sehingga guncangan vertikalnya cukup kuat meski pusatnya di laut.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung memerintahkan BPBD provinsi dan kabupaten untuk melakukan pendataan cepat dan mendirikan posko darurat di Pacitan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, dan terpal sudah mulai disalurkan dari gudang provinsi. Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet menyatakan duka cita dan memerintahkan percepatan penanganan serta pengecekan infrastruktur vital seperti bendungan dan jembatan di wilayah terdampak. Tim Basarnas dan TNI juga dikerahkan untuk memastikan tidak ada korban terjebak longsor atau reruntuhan.
Rekomendasi dan Peringatan BMKG
BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu tsunami karena gempa tidak memenuhi parameter. Masyarakat diimbau:
Hindari bangunan yang retak atau rusak hingga dinyatakan aman oleh tim assessment.
Waspada terhadap gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Tidak menyebarkan informasi hoaks tentang gempa atau tsunami.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pemerintah daerah diminta mempercepat pembersihan material longsor, pengecekan bendungan, dan relokasi sementara warga di zona rawan longsor serta retak bangunan. BMKG juga memprediksi potensi hujan lebat di Jawa Timur bagian selatan dalam 2–3 hari ke depan, sehingga risiko longsor susulan tetap tinggi.
Kesimpulan
Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan dan sekitarnya pada dini hari 6 Februari 2026 menjadi pengingat betapa aktifnya zona subduksi selatan Jawa. Meski tidak menimbulkan korban jiwa besar dan tidak berpotensi tsunami, dampak kerusakan bangunan dan trauma masyarakat tetap signifikan. Respons cepat BMKG, BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah daerah sudah terlihat, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan longsor. Semoga tidak ada korban tambahan dan proses pemulihan berjalan lancar. Kejadian ini sekali lagi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa seperti Jawa Timur bagian selatan. Tetap tenang, ikuti arahan resmi, dan saling bantu sesama warga terdampak.
