Jalan di Daan Mogot Masih Terkena Banjir

Jalan di Daan Mogot Masih Terkena Banjir. Banjir di Jalan Daan Mogot bukan kejadian baru, tapi intensitas dan durasinya kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa di minggu-minggu sebelumnya. Hujan lebat yang turun sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari menyebabkan luapan air dari Kali Grogol dan saluran primer di sekitar kawasan itu. Titik rawan utama berada di depan perumahan elit, kawasan industri kecil, dan persimpangan menuju Tol Dalam Kota. Kendaraan roda empat dan roda dua kesulitan melintas, sementara truk dan bus besar terpaksa berhenti total. Petugas gabungan dari pemerintah kota, kecamatan, dan relawan sudah turun sejak subuh, tapi hingga siang hari genangan masih belum surut sepenuhnya. Dampaknya langsung terasa pada arus lalu lintas menuju Bandara dan kawasan industri di Tangerang. REVIEW FILM

Penyebab Utama dan Kondisi Terkini: Jalan di Daan Mogot Masih Terkena Banjir

Curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama, ditambah sistem drainase yang belum optimal. Saluran di sepanjang Daan Mogot sering tersumbat sampah dan sedimentasi, sementara pompa air di beberapa titik masih dalam tahap perbaikan atau kapasitasnya terbatas. Kali Grogol yang melintasi kawasan itu meluap karena debit air dari hulu tidak tertampung dengan baik. Hingga Kamis siang, ketinggian air di titik terparah mencapai 80-120 cm, membuat mobil sedan dan city car terendam mesin. Petugas menggunakan pompa portable dan alat berat untuk menguras, tapi prosesnya lambat karena volume air yang besar dan hujan tambahan yang sempat turun lagi pagi tadi. Beberapa ruas jalan alternatif seperti tol dalam kota juga mengalami kemacetan parah karena banyak pengendara mencari jalur memutar. Warga di perumahan sekitar melaporkan air masuk ke halaman rumah dan garasi, meski belum sampai merendam ruang utama.

Dampak terhadap Masyarakat dan Ekonomi: Jalan di Daan Mogot Masih Terkena Banjir

Banjir ini langsung mengganggu aktivitas ribuan orang. Banyak karyawan kantor dan pekerja pabrik di sekitar Daan Mogot terlambat atau absen karena kendaraan mogok atau jalan tidak bisa dilalui. Anak sekolah di wilayah itu juga kesulitan berangkat, dengan beberapa sekolah memutuskan pembelajaran daring sementara. Pedagang kaki lima dan warung makan di pinggir jalan kehilangan pelanggan seharian, sementara pengemudi ojek online dan taksi online mengeluhkan orderan menurun drastis. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai miliaran rupiah hanya dalam satu hari, belum termasuk kerusakan kendaraan dan barang bawaan yang terendam. Warga setempat menyatakan frustrasi karena kejadian serupa sering terjadi setiap musim hujan, meski ada janji perbaikan drainase dari tahun-tahun sebelumnya. Beberapa kelompok masyarakat sudah mulai mengorganisir gotong royong membersihkan saluran kecil di lingkungan masing-masing sambil menunggu bantuan lebih besar dari pemerintah.

Upaya Penanganan dan Antisipasi ke Depan

Petugas gabungan terus bekerja keras menguras genangan dengan pompa dan excavator. Beberapa titik sudah mulai surut, terutama di bagian utara menuju Grogol, tapi ruas selatan masih parah. Pemerintah kota menyediakan posko darurat, truk tinja untuk membersihkan lumpur, dan bantuan logistik bagi warga terdampak. Ada juga distribusi makanan dan air minum bagi pengendara yang terjebak berjam-jam. Untuk antisipasi, pemerintah berencana mempercepat pengerukan saluran utama dan pemasangan pompa tambahan di titik rawan. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan dan melaporkan penyumbatan segera. Meski hujan diprediksi masih akan turun sporadis dalam beberapa hari ke depan, harapan besar ada pada penanganan cepat agar banjir tidak berlarut-larut seperti tahun lalu. Koordinasi antarinstansi dinilai lebih baik kali ini, tapi hasilnya baru akan terlihat dalam 24-48 jam mendatang.

Kesimpulan

Jalan Daan Mogot masih terkena banjir parah pada 23 Januari 2026, menunjukkan bahwa masalah sistemik drainase di kawasan itu belum sepenuhnya teratasi. Hujan deras menjadi pemicu langsung, tapi akar masalah ada pada infrastruktur yang belum memadai dan pengelolaan sampah yang kurang disiplin. Dampaknya tidak hanya pada lalu lintas, tapi juga kehidupan sehari-hari warga dan ekonomi lokal. Upaya penanganan sedang berlangsung intensif, dan ada harapan genangan bisa surut total dalam waktu dekat. Namun, kejadian berulang ini menjadi pengingat bahwa solusi jangka panjang—seperti normalisasi kali, peningkatan kapasitas pompa, dan kesadaran masyarakat—harus segera direalisasikan. Sampai saat itu, warga Jakarta Barat tetap harus bersiap menghadapi musim hujan dengan kewaspadaan lebih tinggi.

BACA SELENGKAPNYA DI…