Ramainya Jalur Akses ke Puncak Menjelang Nataru

Ramainya Jalur Akses ke Puncak Menjelang Nataru. Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jalur akses menuju kawasan Puncak Bogor mulai ramai dengan lonjakan kendaraan dari Jabodetabek. Sejak akhir pekan lalu, volume kendaraan terus meningkat, terutama pada 23-24 Desember 2025, dengan ribuan wisatawan memadati jalan utama untuk menikmati udara sejuk dan destinasi wisata. Kepolisian setempat mencatat puluhan ribu kendaraan melintas setiap hari, memicu penerapan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan. Situasi ini menjadi rutinitas tahunan, tapi tetap menantang karena prediksi puncak arus pada 24-26 Desember serta 30 Desember hingga awal Januari. BERITA BASKET

Titik Rawan Kemacetan: Ramainya Jalur Akses ke Puncak Menjelang Nataru

Tiga titik utama sering menjadi sumber kemacetan parah di jalur Puncak: Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan kawasan Pasar Cisarua. Di Simpang Pasir Muncang, penyempitan jalan dari 12 meter menjadi 6 meter sering memicu antrean panjang, terutama saat kendaraan keluar dari gerbang tol Ciawi. Simpang Megamendung rawan karena keluar-masuk kendaraan di jalur sempit serta pertemuan arus dari berbagai arah. Sementara Pasar Cisarua padat akibat aktivitas ekonomi tinggi, parkir sembarangan, dan banyaknya penyeberang jalan. Titik-titik ini menjadi fokus pengawasan personel untuk mencegah kemacetan total selama periode Nataru.

Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan: Ramainya Jalur Akses ke Puncak Menjelang Nataru

Sistem ganjil genap ditiadakan selama masa Nataru untuk mendukung kelancaran wisatawan, tapi rekayasa satu arah atau one way tetap menjadi andalan dan diterapkan secara situasional. One way ke atas diberlakukan saat volume kendaraan mencapai ambang batas, seperti lebih dari 2.000-3.000 per jam dari tol Ciawi, sementara one way turun diprioritaskan sore hingga malam. Angkutan umum sementara dihentikan operasionalnya pada tanggal puncak seperti 24-25 dan 30-31 Desember dengan kompensasi bagi sopir. Selain itu, puluhan joki jalur direkrut menjadi sukarelawan pengatur lalu lintas, lengkap dengan seragam resmi, untuk membantu mengarahkan kendaraan tanpa pungutan liar. Personel tambahan dikerahkan di pos pengamanan sepanjang jalur.

Tips bagi Wisatawan

Wisatawan disarankan memantau informasi lalu lintas terkini melalui kanal resmi kepolisian untuk menghindari puncak kepadatan. Berangkat pagi atau malam hari bisa menjadi pilihan bijak, serta mempersiapkan kendaraan prima dan istirahat cukup. Jalur alternatif seperti melalui Jonggol atau Cibadak direkomendasikan jika jalur utama terlalu padat. Patuhi arahan petugas di lapangan, hindari parkir sembarangan, dan gunakan aplikasi navigasi untuk rute terbaik. Dengan perencanaan matang, liburan ke Puncak bisa lebih nyaman meski ramai.

Kesimpulan

Ramainya jalur akses ke Puncak menjelang Nataru 2025-2026 menunjukkan daya tarik kawasan ini sebagai destinasi favorit akhir tahun. Meski tantangan kemacetan tetap ada, rekayasa lalu lintas yang fleksibel dan pengawasan ketat diharapkan menjaga kelancaran arus. Semua pihak, dari aparat hingga wisatawan, perlu saling mendukung agar liburan berjalan aman dan menyenangkan. Pada akhirnya, momen ini bisa menjadi pengalaman positif jika dihadapi dengan sabar dan kewaspadaan bersama.

BACA SELENGKAPNYA DI…